Tuesday, August 16, 2011

Perbedaan Kisah Penciptaan dalam Kitab Kejadian

Kej 1:1-2:4a à Kisah Penciptaan I

Bentuk Sastra: Myth? History? Legend? Saga? (Belum Pasti)

Tradisi: Imam (Priestly, Abad VI-V SM, Sesudah masa pembuangan Babel)

Latar Tradisi: Latar belakang penulisan Tradisi Imam adalah untuk memperkuat iman dan membangun kembali identitas bangsa Israel. Tradisi ini percaya bahwa masa pembuangan adalah hukuman dari Tuhan karena praktek-praktek keagamaan yang tidak benar. Tujuan penulisan Tradisi P ialah untuk menampilkan sosok Allah yang Mahakuasa, yang memberikan otoritas atas bumi dan segala isinya kepada manusia.

Ciri-ciri:

- lebih abstrak dan teologis

- banyak perulangan (ada semacam reffren, “Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari...”)

- Ada tekanan atas hari ke-7 sebagai hari istirahat. Tradisi P ingin menunjukkan bahwa hari Sabbath mendapat legalisasinya sejak awal dunia dengan menghubungkannya dengan tindakan Sang Pencipta sendiri 9yang beristirahat pada hari ke-7).

- Tuhan sebagai sesuatu yang transenden, yang menghendaki agar manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, tetapi tidak jelas apa maksud dari pernyataan ini. Atau Tuhan menghendaki agar manusia memiliki kesamaan fisik dengan Tuhan atau Manusia memiliki keserupaan dengan Tuhan dalam hal “kuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi? (Gen 1:28)

- Walaupun transenden, P menggambarkan bahwa Tuhan dan Manusia mempunyai hubungan dekat. Ada monolog langsung antara Tuhan dan manusia, yang agak terkesan seperti majikan dan hamba. Akan tetapi, bisa berarti sebaliknya jika ternyata manusia dengan rela hati menerima dengan gembira permintaan Tuhan tanpa bertanya apa-apa lagi karena manusia sudah mengerti betul apa yang diinginkan oleh “sahabatnya”.

Struktur:

- Tampaknya Tradisi Imam ingin menggambarkan kisah penciptaan sebagai sesuatu yang sangat teratur dengan bagan yang rapi.

Bagan tersebut sbb:

Hari I: Terang dan gelap

Hari II: memisahkan air atas dan bawah

Hari III: Dataran kering dan Tumbuh-tumbuhan

Hari IV: Membuat penerang di langit

Hari V: Menciptakan burung dan ikan dari air

Hari VI: menciptakan Hewan dan Manusia


Hari VII: Tuhan Beristirahat


Kej 2:4b-3:24 à Kisah Penciptaan II

Bentuk Sastra: Myth? History? Legend? Saga (Belum Pasti)

Tradisi: Yahwis (Abad X SM)

Latar Tradisi: Penulisan tradisi ini mulai pada jaman Daud/Salomo. Berbeda jauh dengan tradisi imam di atas, tradisi ini sebagai ungkapan cinta atas Kerajaan Daud yang jaya. Yahwis menampilkan kekudusan dan kekuasaan yang ada dalam Kerajaan Daud sebagai pemenuhan janji Allah. Kisah-kisah Yahwis ingin mempersatukan suku-suku dalam Kerajaan Daud melalui sebuah kesamaan sejarah.

Ciri-ciri:

- Berisi kisah penciptaan II (lain dari yang pertama) ditambah dengan kisah perihal dosa manusia

- Cerita lebih hidup karena Yahwis menembus sisi-sisi manusiawi sehingga membuat cerita Yahwis memuat pergulatan psikologis dan batin manusia dalam hal pilihan dan kehendak bebas manusia.

- Tidak ada kisah penciptaan manusia menurut gambar dan citra Allah, tetapi di dalam cerita ini tetap terdapat unsur esensial yang sama yakni: kapasitas pengetahuan tentang diri sendiri, Pengalaman akan keberadaannya di dunia, kebutuhan untuk mengisi kesendiriannya.

- Tradisi Yahwis tampaknya ingin mengeksplorasi tentang hubungan anatara Tuhan dan manusia. Tuhan dalam Tradisi Yahwis lebih digambarkan secara manusiawi, bisa berjalan-jalan dan berbincang-bincang seperti manusia pada umumnya sehingga manusia bisa menjalin hubungan dekat dengannya. Yahwis menunjukkan dialog antara Tuhan dan Manusia.

- Selanjutnya, manusia digambarkan sama dengan Allah, karena sudah memiliki pengetahuan seperti manusia, sebagai akibat dari memakan buah terlarang.

- Tuhan tampak sebagai pencipta yang sangat mencintai dan sangat peduli dengan ciptaannya.

Pokok-pokok kesimpulan (Teologi?):

Kisah ini bukan laporan historis melainkan menyampaikan ajaran iman melalui refleksi iman.

Butir-butir iman yang dapat diangkat:

1. Allah pencipta dan manusia ciptaan. Allah mencipta dari tidak ada ke ada.

2. Allah menciptakan semuanya itu baik (ay 12, 18, 21, 25) dan bahkan sungguh amat baik (ay 31)

3. Ada tujuan penciptaan

4. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah

5. Bentuk dosa yang pertama ialah Manusia ingin menentukan sendiri baik dan buruk, lepas dari Allah.